BANDAR LAMPUNG – Bertempat di Hotel Horison Kota Bandar Lampung, para perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam wadah Fatayat Nahdlatul Ulama se Propinsi Lampung menggelar agenda lima tahunan, yakni Konferensi Wilayah (Konferwil) Fatayat Nahdlatul Ulama selama 2 hari penuh, Kamis – Jumat, (30/4–1/5/2026).
Adapun tema besar yang diusung dalam Konferwil Fatayat NU Propinsi Lampung tahun 2026 ini adalah “Organisasi Digdaya, Perempuan Berdaya, dan Berkarya”.
Dalam arena Konferwil Fatayat NU Propinsi Lampung tersebut digelar beberapa sidang-sidang komisi, antara lain; komisi program kerja, komisi organisasi, dan komisi rekomendasi.
Peserta Konferwil Fatayat NU Propinsi Lampung sekaligus Ketua PC Fatayat NU Lampung Tengah, Nur Aeni, M.E, disela-sela penutupan Konferwil Fatayat NU, Jumat, (1/5/2026) siang, menyampaikan beberapa rekomendasi untuk kepengurusan Fatayat NU Propinsi Lampung lima tahun mendatang masa khidmah 2026-2031, antaralain; rekomendasi internal Fatayat NU meliputi; pelaksanaan kaderisasi secara berjenjang wajib dilakukan sebagai upaya menciptakan kader yang militan dan berintegritas. Fatayat NU harus dapat mensinergikan kerja-kerja organisasi dengan Lembaga NU dan Badan Otonom NU lain di lingkungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota Fatayat NU dibidang informasi dan transaksi elektronik dan artificial intelegent diperlukan upaya pembinaan dan pendidikan teknologi ditingkat kader.
Alumnus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat ini melanjutkan, rekomendasi internal untuk jam’iyyah NU meliputi; PWNU Lampung perlu mengupgrade strategi dakwah Aswaja an Nahdliyyah yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Untuk mendukung kerja pemberdayaan perempuan muda NU, PWNU Lampung secara berkelanjutan dengan memfasilitasi, mengkoordinasi, menyinergikan dan mengkonsolidasikan antara Lembaga NU dan Badan Otonom NU.
Sekretaris PC Fatayat NU Lampung Tengah, Siti Maysaroh, S.Pd, menambahkan, rekomendasi eksternal Fatayat NU meliputi; bidang sosial budaya, Fatayat NU mendorong pemerintah daerah membangun keadilan dan keseteraan gender dalam berbagai sendi sosial budaya, baik dilingkungan keagamaan, pendidikan, serta sosial kemasyarakatan.
Selanjutnya, dalam bidang ekonomi, Fatayat NU dilibatkan dalam penguatan sekaligus pemberdayaan ekonomi dengan meningkatkan peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Daerah Istimewa Yogyakarta ini melanjutkan, dalam bidang kesehatan, Fatayat NU mendorong untuk mengkampanyekan hidup sehat, mengawasi pelayanan kesehatan, sekaligus mendorong kebijakan kesehatan yang pro rakyat.
Hadir dalam Konferwil Fatayat NU Propinsi Lampung antara lain; Katib Syuriyah PWNU Lampung, KH. Ahmad Ma’shum Abror, M.Pd.I, Sekretaris PWNU Lampung, H. Hidir Ibrahim, M.Si, Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Hj. Ela Siti Nuryamah, S.Sos.I, M.AP, Bendahara Umum PP Fatayat NU, Wilda Tusururoh, M.Pd, Wakil Ketua komisi VII DPR RI, Hj. Chusnunia Chalim, Ph.D, 15 PC Fatayat NU se Propinsi Lampung, utusan Badan Otonom NU dan Lembaga NU, dan lain-lain.
(REDAKSI)



























