MWCNU Kotagajah Gelar Konferensi ke-V, Usung Tema: Menguatkan Akar Tradisi, dan Menjaga Keutuhan Negeri

0
11
MWCNU Kotagajah Gelar Konferensi ke-V, di lantai 2 Masjid Agung Ash Shulaha Kampung Kotagajah, pada Ahad (18/10/2026).

LAMPUNG TENGAH – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menggelar agenda istimewa lima tahunan, yakni Konferensi ke-V MWC NU Kotagajah, pada Ahad (18/10/2026).

Konferensi ke-V MWC NU Kotagajah dilaksanakan di aula lantai 2 Masjid Agung Ash Shulaha Kampung Kotagajah, Kecamatan Kotagajah.

Ketua MWC NU Kotagajah, Kiai Sumarjono, S.Ag, M.Pd.I, menyampaikan, adapun tujuan dan maksud digelar agenda istimewa Konferensi ke-V MWC NU Kotagajah ini, antaralain; membahas pertanggung jawaban pengurus MWC NU Kotagajah masa khidmah 2021-2026, menyusun dan mengesahkan program kerja MWC NU Kotagajah  masa khidmah 2026-2031, menetapkan dan memilih Rais Syuriah MWC NU Kotagajah 2026-2031 dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kotagajah masa khidmah 2026-2031, dan lain-lain.

Tema Konferensi ke-V MWC NU Kotagajah pada tahun 2026 ini adalah Menguatkan Akar Tradisi, dan Menjaga Keutuhan Negeri.     

MWCNU Kotagajah Gelar Konferensi ke-V, di lantai 2 Masjid Agung Ash Shulaha Kampung Kotagajah, pada Ahad (18/10/2026).

Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah, H. Ahmad Wagimin, S.Ag, menyampaikan, kita wajib bersyukur hidup di bumi Indonesia dengan basis massa terbanyak adalah Nahdlatul Ulama, dan alhamdulillah kita ada didalamnya.

“Kenapa jamiyyah NU bisa eksis satu abad lebih? karena jamiyyah Nahdlatul Ulama memiliki beberapa warisan sikap dari para ulama yang telah dipraktikkan nahdliyyin dalam kehidupan sehari-hari, antaralain; pertama, sikap tawasuth, yakni terus bersikap moderat, oleh karenanya NU diterima oleh semua kalangan. Kedua, sikap tawazun, keseimbangan.  jamiyyah Nahdlatul Ulama tidak begeser ektrim kanan dan ekstrim kiri,” lanjutnya.

Ketiga, sikap tasamuh, toleran. Jamiyyah Nahdlatul Ulama sangat menjunjung nilai-nilai toleransi, dengan semua lapisan struktur sosial dan agama kita bergandengan tangan. Keempat, sikap i’tidal, tegak, dan kelima, sikap tasyawur, mengedepankan musyawarah atau dialog, bukan dengan kekerasan.

Sekretaris panitia pelaksana, Ahmad Syamsul Hidayat, M.Pd, menambahkan, Konferensi ke-V MWC NU Kotagajah dihadiri antaralain; pengurus PCNU Lampung Tengah, pengurus MWC NU Kotagajah, pengurus Ranting NU se Kecamatan Kotagajah, para pengasuh Pondok Pesantren, utusan Badan Otonom NU, dan utusan Lembaga NU.

Hadir pula, Camat Kotagajah, Sulung Santoso, S.Pd, Kepala Kampung se Kecamatan Kotagajah, Polsek, Koramil, tokoh agama, dan lain-lain.

(REDAKSI)

MWCNU Kotagajah Gelar Konferensi ke-V, di lantai 2 Masjid Agung Ash Shulaha Kampung Kotagajah, pada Ahad (18/10/2026).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.