LAMPUNG TENGAH – PC Fatayat NU Kabupaten Lampung Tengah mengapresiasi agenda Focus Group Discussion (FGD) KUPI Menyapa Jaringan Ulama Perempuan Indonesia dengan tema Sinergi Ulama Perempuan Dalam Menguatkan Jaringan.
Hal tersebut disampaikan Ketua PC Fatayat NU Lampung Tengah, Nur Aeni, M.E disela-sela agenda Focus Group Discussion (FGD) KUPI Menyapa Jaringan Ulama Perempuan Indonesia, di kompleks Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Minggu (11/10/2026) pagi.
“Harapan jangka menengah dan jangka panjang dengan Focus Group Discussion (FGD) kita mendapatkan informasi dan pengalaman banyak dari Yayasan Fahmina dengan bentuk kongkrit saling menguatkan konsolidasi jaringan komunitas para buk nyai, nawaning, aktivis, akademisi, penggiat perempuan, dan lain-lain tentang isu-isu kesetaraan gender, dan lain-lain,” ujarnya.
Ketua Yayasan Fahmina, Marzuki Rais, menyampaikan, KUPI adalah Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Ada 3 (tiga) lembaga yang menginisisasi seklaigus ikut menggerakkan secara massif pertama kali di Indonesia pada tahun 2017, yakni Rahima, Alimat, dan Fahmina.
“Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) hadir sebagai ikhtiar kolektif untuk menghidupkan kembali tradisi keulamaan perempuan yang berakar kuat dalam sejarah Islam Indonesia sekaligus memperkuat perannya dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, kebangsaan, dan keumatan,” ujarnya.
Pengurus Yayasan Fahmina, Roziqoh, ditempat yang sama menyampaikan, KUPI merupakan gerakan kultural, gerakan intelektual, gerakan sosial, sekaligus gerakan spiritual untuk bersama-sama untuk mencapai kemaslahatan masyarakat.
Sekretaris PC Fatayat NU Lampung Tengah, Siti Maysaroh, S.Pd, menambahkan, agenda ini selain dihadiri pengurus dan kader Fatayat NU Lampung Tengah juga dihadiri Pengasuh Pondok pesantren Sunan Ampel, Gus Ali Fadhilah Mustofa, S.H, PC Muslimat NU Lampung Tengah, RPA Lampung Tengah, KOPRI Lampung Tengah, JPN Lampung Tengah, JP3M Lampung Tengah, Direktur NU Care LAZISNU PWNU Lampung, Enny Puji Lestari, dan lain-lain.
(REDAKSI)


























