Teladan Nabi Ismail AS Dimasa Pandemi

0
99
Rahmat Basuki, M.Pd

Teladan Nabi Ismail AS Dimasa Pandemi

Oleh :

Rahmat Basuki, M.Pd

(Wakil Ketua LTN NU Lampung Tengah)

Prosesi perayaan Idul Adha 1441 H kali ini persis sama dengan Idul Fitri 1441 H 3 bulan yang lalu. Di tengah suasana bahagia sekaligus syiar Islam, kita semua harus menahan diri dan bersabar. Khususnya bagi kita yang tinggal di Zona Merah Covid-19, dan akan semakin terasa jika hidup di perantauan.

Meski demikian, kita tak punya pilihan. Meski tagline-nya Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) atau masa transisi, faktanya adalah jumlah yang positif Covid-19 terus bertambah dan meningkat tajam. dan kebiasaan baru itu tak sepenuhnya mudah di jalankan. Saya sendiri mengalami, bagaimana susahnya Istiqomah menggunakan masker. Bagaimana tersiksanya tidak ketemu teman sambil menyedu kopi hitam, memakai masker tak semudah iklan-iklan artis di tontonan.

Kondisi saat ini. Perasaan pengen tak taat. Keinginan bebas tanpa batas, bisa jadi dulu juga dialami Nabi Ismail AS. Sebagai diri sendiri, bisa jadi pengen protes, menolak, kalau sekarang mungkin ya demo. Mogok makan, apalagi faktanya, dia adalah anak kesayangan Nabi Ibrahim AS.

Tapi sebagai anak yang baik dan ingin taat pada Tuhan dan orang tua, Nabi Ismail AS pun taat dan ikhlas untuk mejalani konsekuensi atas Wahyu yang diterima ayahnya. dan cerita itu pun berakhir indah, abadi.

Akhirnya, kita butuh ekstra sabar dan taat untuk masa Pandemi ini. Kita butuh waktu tambahan sebagaimana Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjalankan perintah sampai tuntas hingga Allah SWT memberikan petunjuk selanjutnya.

Tak perlu risau apalagi lelah, tak perlu jengah apalagi sampai lengah. Jika kita bisa melaluinya dengan taat dan sabar, Yang Maha Kuasa akan mengabadikan usaha-usaha kita sebagaimana Allah SWT mengabadikan Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS hingga saat ini. Kisah yang tidak hanya menjadi rukun Islam, tapi juga sebagai bukti kebaktian manusia kepada Tuhan atas nikmat dan kemampuan yang diberikan.