Peran Muslimat NU Lamteng Cegah Radikalisme Terorisme

0
601

LAMPUNG TENGAH – Bertempat di lantai 2 gedung PCNU Lampung Tengah Jalan Proklamator Raya No 134 Seputih Jaya Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, jajaran keluarga besar pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah menggelar agenda Pelatihan dan Penyusunan Program Kampung Aswaja, Ahad (14/7 lalu.

“selain diikuti jajaran pengurus PC Muslimat NU Lampung Tengah juga diikuti utusan – utusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se Kabupaten Lampung Tengah”, demikian disampaikan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Lampung Tengah, Hj Nurhayati, disela – sela acara tersebut.

Agenda istimewa ini kami menghadirkan Sekretaris PW Muslimat NU Propinsi Lampung sekaligus salah satu pengurus Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Propinsi Lampung, Endang Irawati, S.E, M.Si.

Endang Irawati, S.E, M.Si menjelaskan, akan pentingnya tentang peranan keluarga dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Peran Keluarga, bisa membantu mendeteksi sejak dini paham – paham negatif di sekitarnya, khususnya pada perempuan dan anak, lalu keluarga dapat memberikan pemahaman, memiliki peran strategis dalam membangun jiwa anak yang religius, toleran dan kasih sayang terhadap perbedaan.

“Lalu peranannya terhadap lingkungan, yaitu dapat memantau adakah aliran radikal di lingkungannya, lalu mengembangkan sifat humanis, toleransi, saling tolong menolong dan gotong royong. Namun problem yang terjadi sekarang, yaitu perempuan tidak lagi menjadi korban radikalisme terorisme, tetapi menjadi “Main Player” pemain utama”, tambah pengurus FKPT Lampung bidang Perempuan dan Anak ini.

“bom di Surabaya Jawa Timur beberapa waktu lalu, dimana pelaku bom pengantin adalah perempuan dengan membawa anak yang masih balita. Perempuan mempunyai sifat loyal, militansi yang tinggi sehingga begitu terkena doktrin atau dinikahi teroris, sifatnya terlalu setia, pesannya bahwa perempuan jangan suka galau, curhat di medsos, karena akan dipantau dan direkrut teroris.

Lalu generasi muda, ini juga menjadi ladang penyebaran paham negatif, karena mereka masih dalam proses pencarian jati diri”, tambahnya.

“yang perlu diingat bahwa, negara kita Indonesia adalah negara Pancasila, terdiri dari berbagai suku agama dan kepercayaan, jangan mudah terprovokasi oleh pihak – pihak  yang ingin melihat Indonesia tidak bersatu. Semua agama mengajarkan cinta kasih dengan sesama, serta toleransi dan tolong menolong. Mulai sekarang Stop hoax, stop share sebelum saring, Jika ada keluhan atau ada hal – hal yang belum puas terhadap negara, bisa melalui forum aspirasi wakil rakyat” tambahnya.

“Jadilah perempuan sebagai agen perdamaian, keluarga adalah sebagai garda terdepan dalam pencegahan radikalisme, keluarga sebagai pondasi untuk mendidik sifat luhur, toleran dan menumbuhkan rasa kebangsaan, lalu laporkan jika ada hal – hal yang mencurigakan di sekitar kita kepada aparat desa, dan aparat penegak hukum” tutupnya. (Tim LTN NU Lamteng)