LAMPUNG TENGAH – Peran tokoh – tokoh NU sangat dibutuhkan untuk sebagai sumber informasi, baik tokoh di struktural maupun diluar kepengurusan, juga peran ahli waris atau dzurriyyah sangat membantu tim kepenulisan buku sejarah NU Lampung Tengah.
Jika data dilapangan diperbanyak yang kita butuhkan bisa tercapai, maka kepenulisan buku sejarah NU Lampung Tengah bisa dikonsumsi seluruh lapisan masyarakat Lampung Tengah, wabil khusus warga nahdliyyin.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PCNU Lampung Tengah, Ali Ghufron, S.Pd dalam agenda rapat koordinasi pengurus LTN NU PCNU Lampung Tengah dalam rangka pengumpulan data – data kepenulisan buku sejarah NU Lampung Tengah, di Dusun Digul, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (24/1/2026) siang.
“Beberapa sumber data kepenulisan buku sejarah NU Lampung Tengah sudah mulai kita kumpulkan, mulai dari dokumen Surat Keputusan (SK), gambar / foto, kliping koran, sumber berita online dan lain-lain, kita pilah – pilah berdasarkan masa khidmah jabatan atau periodesasi sejak orde baru hingga masa reformasi sekarang,” imbuhnya.
Alumni Pondok Pesantren Darusy Syafa’ah Kotagajah, Lampung Tengah ini menambahkan, untuk data – data berikutnya kita fokuskan dengan berkunjung, silaturahim kepada para Ketua Tanfidziyah NU Lampung Tengah, baik yang saat ini masih menjabat maupun yang telah purna khidmah di PCNU Lampung Tengah.
“Selanjutnya, kami akan mengupas lebih mendalam biografi para Ketua Tanfidziyah NU Lampung Tengah, seperti riwayat kelahiran dimana, jejak pendidikan pesantren, pendidikan formal, sanad guru, hingga karya – karya yang pernah ditulis pada zamannya, hingga capaian – capaian prestasi jam’iyyah NU apa saja semasa beliau menjabat sebagai Ketua PCNU Lampung Tengah, dan lain-lain,” ujarnya.
(REDAKSI)



























