Gus Andi Ali Akbar: Yang Sempurna Hanya Milik Allah SWT

0
199
Ngaji Rutinan Kitab Arba’in Nawawi Bersama Dr. KH. Andi Ali Akbar, M.Ag

LAMPUNG TENGAH – Ngaji malam ini menjelaskan tentang hadits yang ke 23, yakni bersuci itu adalah sebagaian dari iman. Dalam konteks suci ini, suci terbagi menjadi empat (4) macam, yaitu; pertama, suci hadas besar dan kecil dari badan. Kedua, seluruh anggota badan suci dari segala kemaksiatan. Ketiga, suci hati dari akhlak yang tercela, dan keempat, suci dari lubuk hati yang paling dalam, di dalam hati manusia yang diingat hanya Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Wakil Katib Syuriah PWNU Lampung, Dr. KH. Andi Ali Akbar, M.Ag, dalam Ngaji Rutinan Kitab Arba’in Nawawi, Selasa, (5/12/2023) malam, di Masjid Al Ikhlas, Dusun Kampung Baru, Kampung Kotagajah, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung.

Gus Andi, sapaan akrabnya sehari-hari, melanjutkan, yang membuat selamat semua tindakan manusia hanya ingat Allah SWT, umumnya manusia jika tidak bawa ATM, tidak bawa uang gelisah, maka ia terlena tidak ingat Allah SWT. Seyogyanya hanya Allah SWT lah yang menolong manusia, dilubuk hati manusia yang paling dalam hanya ingat Allah SWT.

ini, selanjutnya menyampaikan, pada lafadz Alhamdulillah itu semua memenuhi bobot timbangan kelak di akhirat, tetapi dengan syarat manusia juga dengan sadar meresapi maknanya.

“Allah SWT itu adalah maha sempurna, pujian atas segala maha miliknya, makna itu harus tertanam dalam diri kita, makanya kita setiap hari setelah shalat hendaknya berdzikir melafalkan; tasbih, tahmid, takbir dibaca dengan jahr (keras),” imbuhnya.

Ngaji Rutinan Kitab Arba’in Nawawi Bersama Dr. KH. Andi Ali Akbar, M.Ag

Alumni Pondok Pesantren Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur ini, menjelaskan, pernah diriwayatkan bahwa sahabat Abu Bakar ash Shidiq kalau baca Al-Qur’an lirih/pelan, sahabat Umar bin Khatab kalau baca Al Qur’an dengan suara keras, dan sahabat Bilal kalau baca Al-Qur’an loncat – loncat.

“Manusia dalam memuji Allah SWT terdapat lafad Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT ada 4 (empat), yakni; pertama, pujian Allah SWT kepada Allah SWT. Kedua, pujian Allah SWT kepada makhluk. Ketiga, pujian makhluk pada Allah SWT, dan keempat, pujian makhluk kepada makhluk,” tambahnya.

Alumnus Doktoral UIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur ini melanjutkan, semuanya yang ada dimuka bumi ini hanya lillah, milik Allah SWT. Yang sempurna hanya milik Allah SWT, dan itu tertanam dalam hati. Lafadz subhanallah, bermakna mensucikan, menyatakan suci dari kekurangan. Maka manusia senantiasa setiap hari berdoa, fungsi doa menunjukkan kita tidak bisa apa-apa, dan kalimat Istighfar menunjukkan kita sebagai hamba, hanya meminta kepada Allah SWT.

 

(REDAKSI)